Mengenal Endek Lukis Kamasan

  • 19 Januari 2016
  • Dibaca: 441 Pengunjung
Mengenal Endek Lukis Kamasan
Kain Tenun bukan hanya buah keterampilan turun-temurun bagi masyarakat Bali, melainkan juga bentuk identitas kultural dan artefak ritual. Di luar lingkup tradisi masyarakat daerah tujuan wisata, kain tenun Bali pun tidak sebatas cendera mata atau sekedar oleh-oleh khas Bali semata, tetapi terus berkembang sebagai komoditas ke dunia fashion yang berbasiskan budaya.
Terdapat dua jenis utama kain tenun yang selama ini di pasarkan di Bali dan luar Bali.Kain tenun Ikat, biasa disebut endek, dipakai sehari-hari. Sementara kain tenun songket digunakan untuk beragam upacara penting dalam siklus kehidupan masyarakat Bali, antara lain upacara potong gigi, perkawinan, hari raya, kremasi, dan upacara keagamaan serta dalam acara adat.
Proses menghasilkan sehelai kain tenun ikat akan dimulai dengan memintal benang. Kemudian benang dibentangkan di alat perentang, dan helaiannya diikat dengan tali rafia sesuai pola ragam hias dan warna yang diinginkan.Setelah pengikatan berpola tersebut, benang dicelup atau diwarnai. Benang yang sudah diwarnai kemudian di-gintir atau dipilah, lalu baru ditenun menjadi kain.
Pada tenun songket, kain ditenun dengan menyisipkan benang perak, emas, tembaga, atau benang warna di atas lungsin yang mendasari. Penempatan tambahan benang ini membentuk corak yang diinginkan dan adakalanya dipadu pula dengan teknik ikat.
Bagi kalangan yang ingin menggunakan kain tenun sebagai produk fashion, bukan demi kepentingan upacara, persoalan klasik menyangkut kain ini adalah ketebalan dan kekakuannya. Akibatnya, pada waktu lalu, kain songket tidak mudah digunakan dalam beragam model busana.
Dulu penenun memakai benang rangkap dua. Kain setelah jadi menjadi tebal dan kaku. Sekarang kita perkenalkan tenunan dengan benang satu. Pengerjaannya makan waktu dua kali lipat lebih lama. Harga juga jauh lebih mahal, tetapi hasilnya, kain yang halus dan lembut.
Beberapa kreasi baru telah diterapkan dalam pengaturan motif, ragam hias ikat dan songket begitu juga dalah hal kreasi  pewarnaan. Warna dasar tenun bali umumnya warna cerah. Oleh karena itu, dikembangkan pula kreasi warna baru yang lebih natural, warna pastel, dengan bahan pewarnaan alam. 
Sejak tahun 2013 telah dikembangkan produk baru yaitu Endek Lukis Kamasan Klungkung Bali, yaitu hasil karya seni kombinasi dari tenun ikat dan gaya lukis tradisional Kamasan. Produk ini dikembangkan dengan maksud melestarikan budaya bali khususnya kabupaten Klungkung sendiri yang terkenal sebagai produsen tenun ikat dan lukisan dari desa wisata Kamasan.

Koleksi endek lukis Kamasan ini bisa dicek di http://www.facebook.com/gurita.ikatbali . Tersedia juga paket wisata Rp 1,5 juta untuk maksimal 4 orang, AYOOO nikmati menenun dan melukis langsung + dapatkan kain tenun produksi gurita tenun ikat.
  • 19 Januari 2016
  • Dibaca: 441 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita