Kamasan, 11 Februari 2025 – Pemerintah Desa Desa Kamasan menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait penanganan sampah pada Rabu, 11 Februari 2025, yang dimulai pukul 18.00 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mencari solusi atas permasalahan sampah yang saat ini dihadapi desa, khususnya setelah berakhirnya masa kontrak lahan TOSS.
Musdesus tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Kamasan, I Gede Buda Artawan, S.Sos, Ketua BPD Desa Kamasan, Jero Bendesa Adat Gelgel, perangkat desa, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan pemerintah desa bersama masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan secara bersama-sama.
Dalam pembahasan, disampaikan bahwa lahan TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang selama ini digunakan untuk pengelolaan sampah di Desa Kamasan telah habis masa kontraknya. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap sistem pengelolaan sampah di desa.
Perbekel Desa Kamasan dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Beberapa opsi dan usulan mulai dibahas dalam forum, di antaranya pencarian lahan baru untuk pengelolaan sampah, kerja sama dengan pihak ketiga, serta penguatan sistem pemilahan sampah dari sumbernya di tingkat rumah tangga.
Ketua BPD Desa Kamasan juga menekankan pentingnya kesepakatan bersama dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar kebijakan yang nantinya diambil dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan program penanganan sampah ke depan.
Melalui Musdesus ini diharapkan dapat dirumuskan langkah strategis sebagai solusi pasca berakhirnya kontrak lahan TOSS, sehingga pengelolaan sampah di Desa Kamasan tetap berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan baru.
Pemerintah Desa Kamasan berkomitmen untuk terus mengupayakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi terciptanya desa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.